Heya!
Sejak dari kecil aku itu orangnya susah mengendalikan hal yang bernama "pertemanan". Sekarang sih nggak terlalu, tapi rasanya masih ada. Tunggu...
Aku salah... Aku masih seperti itu.
Sejak nonton anime aku itu belajar pada pertemanan itu sangat penting dan menyenangkan. Setiap pertemanan di anime pasti hubungannya ketat dan saling mengerti diri sendiri dan selalu ada di situ untuk membantu kalo misalnya ada masalah.
Mungkin itu alasannya. Aku kepingin pertemanan aku juga seperti yang di anime, yang ketat banget ikatan kita. Tapi sayangnya, di dunia asli ini nggak bisa gampang seperti itu.
Sebagai orang yang hardcore otaku di grup pertemanan aku, hanya aku yang palingan merasa seperti ini. Aku tau ini karena, cuman aku yang memperhatikan semua 11 teman kita. Misalnya kalo ada yang lagi bersifat aneh, cuman aku yang mengkhawatirkan dia dan yang lain akan tetap bercanda bercandaan seperti nggak peduli. Tapi di akhir akhir nya aku nggak akan bisa membantu dia yang sifat nya lagi aneh, karena aku terlalu takut hubungan akan jadi parah, dan di Negara ini kita hidup nya semua jauh rumahnya, jadi aku nggak bisa keluar rumah dan jalan ke rumah dia untuk membantunya seperti di anime.
Terus yang paling bikin hal ini nggak bisa itu karena aku sendiri. Aku tau kalo aku orangnya yang gila, aneh, annoying, dan karena factor aku ini kadang orang suka menjauhi aku. Di grup aku ini memang semua orangnya hamper kaya gitu juga, dan aku mempercayai mereka. Tapi aku itu nggak pernah bisa punya pendapat yang aku yakin (Aku akan jelasakan di post lain).
Misalnya kalo aku ajak mereka main kemana habis sekolah, dan ada yang bilang "Nggak bisa, harus bantuin ibu masak", yoweslah rapopo dia nggak bisa ikut. Walaupun aku mempercayai orang itu tentang dia nggak bisa ikut, somewhere di hati aku, aku merasa kalo aku nggak percaya dan mikir dia nggak mau ikut main karena dia mau menjauhi aku. Dan ini itu bikin aku kesel di kepala karena aku nggak tau yang mana yang benar. Aku kepingin percaya dia, tapi di waktu yang sama aku enggak percaya.
Aku selalu ada perasaan ini, tapi ini semua keluar karena aku lagi nonton Kokoro Connect dan...
Oh my god Inaba, aku mengerti banget tentang nggak bisa mempercayai orang lain. Sama pertemanan di anime itu kuat, saling pada membantu untuk menguasai ketakutan dari masa lalu dan kebahagian yang jadi ada kerana itu.
Nadramon Blogs?
Just trying not to keep things to myself, and sharing them indirectly with other people
Jumat, 21 Agustus 2015
Jumat, 14 Agustus 2015
The feel of being in a team is priceless?
Heya!
Sebagai penonton anime, aku itu menonton semua genre (kecuali horror, terlalu serem... aku lemah hati orang nya oke). Salah satu genre favorit aku itu Sports. Aku nggak tau kalo ini itu karena aku sering nonton sports anime, atau aku suka nonton sports anime makanya suka ini, tapi aku itu kepingin bangit menjadi di sebuah tim.
Tim olah raga, basket, bisbol, badminton apa lah. Aku itu kepingin banget. Aku sebenarnya nggak terlalu bisa main sports (kecuali badminton) karena physique aku dan stamina rendah aku, tapi aku tetap kepingin ikutan sebuah tim.
Ini karena aku kepingin merasakan bekerja keras nya sama orang lain di tim dan mencapai tujuan yang sama, seperti memenangkan kompetisi. Tapi aku juga kepingin menjalani semua proses menjadi di tim seperti meng-analisir musuh yang akan di lawan di pertandingan berikutnya, atau nggak merancang sebuah taktik untuk pertandingan berikut. Ber-latihan banting tulang setiap hari sama mereka, dan setelah latihan pergi makan kemana barengan. Aku itu kepingin semua itu. Aku ingin merasakan semua itu.
Aku ikutan tim basket di sekolah tapi aku terlalu jelek jadi nggak masuk tim nya. Tapi di Oman itu nggak terlalu banya kompetisi karena sekolah international nya itu nggak banyak. Jadi kalo pertandingan antara sekolah ya cuman ada 4-5 sekolah yang ikutan jadi cuman kayak kompetisi for fun.
No! Kompetisi itu haru kompetitive. Itu yang aku mencari. Kayak di sports anime misalnya InterHigh atau Winter Cup atau Koushien. Semua itu asli, kompetisi asli di jepang untuk anak sekolahan. Aku itu kepingin ikutan kayak gitu, tapi nggak bisa.
Sekarang aku juga sering main LoL suka nonton kompetisi LCS dan karena itu aku kepingin juga bikin tim sama teman teman aku dan mencoba ikut kompetisi itu. Tapi sekarang belom bisa, kita masih nggak terlalu bagus, dan sebenarnya cuman aku yang merasa seperti ini. Meraka cuman mau bersenang senang dengan LoL.
Untuk kalian yang ada di sebuah tim, cherish those times with your team.
Sebagai penonton anime, aku itu menonton semua genre (kecuali horror, terlalu serem... aku lemah hati orang nya oke). Salah satu genre favorit aku itu Sports. Aku nggak tau kalo ini itu karena aku sering nonton sports anime, atau aku suka nonton sports anime makanya suka ini, tapi aku itu kepingin bangit menjadi di sebuah tim.
Tim olah raga, basket, bisbol, badminton apa lah. Aku itu kepingin banget. Aku sebenarnya nggak terlalu bisa main sports (kecuali badminton) karena physique aku dan stamina rendah aku, tapi aku tetap kepingin ikutan sebuah tim.
Dan apa lagi, kalo menang kompetisi. Rasanya itu pasti menyenangkan banget,
Aku ikutan tim basket di sekolah tapi aku terlalu jelek jadi nggak masuk tim nya. Tapi di Oman itu nggak terlalu banya kompetisi karena sekolah international nya itu nggak banyak. Jadi kalo pertandingan antara sekolah ya cuman ada 4-5 sekolah yang ikutan jadi cuman kayak kompetisi for fun.
No! Kompetisi itu haru kompetitive. Itu yang aku mencari. Kayak di sports anime misalnya InterHigh atau Winter Cup atau Koushien. Semua itu asli, kompetisi asli di jepang untuk anak sekolahan. Aku itu kepingin ikutan kayak gitu, tapi nggak bisa.
Sekarang aku juga sering main LoL suka nonton kompetisi LCS dan karena itu aku kepingin juga bikin tim sama teman teman aku dan mencoba ikut kompetisi itu. Tapi sekarang belom bisa, kita masih nggak terlalu bagus, dan sebenarnya cuman aku yang merasa seperti ini. Meraka cuman mau bersenang senang dengan LoL.
Untuk kalian yang ada di sebuah tim, cherish those times with your team.
Jumat, 07 Agustus 2015
Regret never goes away?
Heya!
Jadi, aku itu orang nya yang banyak ngerjain hal hal yang menyesalkan, yang selalu menghantui pikiran aku, bikin kesel karena memikir "Kenapa aku waktu itu kayak gitu?""Kenapa enggak kayak gini aja?"
Aku kalo ber-jalan itu selalu bongkok. Ibu aku suka ngingetin untuk berdiri tegark, tapi aku itu nggak bisa. Soalnya banyak beban berat mental yang nggak bisa aku angkat, makanya punggung jadi bongkok. Palingan ini cuman mental effect dan asli nya aku memang males berdiri tegak aja,tapi ya memang kerasa beban regret aku di punggung aku untuk aku.
Dari hal hal yang menyakiti orang, atau hal hal yang bisa bikin aku lebih keren, atau hal hal yang super bego deh. Banyak aksi yang aku regret.
Seperti waktu di kelas inggris. Aku itu benci kelas ini, meng-analisir buku dan poem atau apa lah. Aku jadi malah ngegambar sebuah orang lagi main badminton atau apa lah. Nah, di sekolah aku itu ada Head teacher pelajaran nya dan guru yang biasa. Jadi, waktu itu head teacher yang inggris nya itu dateng ke kelas aku. Karena aku bodoh, aku ngeliatin gambar nya ke dia, dan dia nggak jadi senang, dan guru aku jadi kena masalah. Kenapa? Ya soalnya masa di kelas inggris murid nya di bolehin gambar?! Beneran nggak tau apa yang aku pikirkan waktu itu... Untungnya guru aku nggak di pecat atau apa lah, tapi tetap masih aku regret aksi ini.
Kalo enggak waktu main League of Legends sama teman. Kita itu kalah berat, dan aku main nya nggak enjoy dan kesel dan banyak panic. Tiba tiba semua musuh nya itu lagi rendah darah nya, jadi teman aku nge target semua dan dapet Quadra Kill. Aku mengikuti dia untuk menjadi support, bisi butuh bantuan. Tapi pas temen aku mau nge bunuh musuh terakhir aku panic dan malah aku yang ngebunuh musuh nya. Aku telah mencuri Penta Kill temen aku.
Dia marah, dan dia boleh marah ke aku, soal nya itu memang salah aku. Aku itu waktu itu masih agak baru di game nya, jadi masih belum terbiasa tentang damage atau armor. Aku kira dia butuh bantuan untuk mengurangi darah nya tapi padahal dia bisa sekali hit terus akan mati. Aku juga takut kalo dia nggak ngebunuh nya dia akan nyalahin aku untuk enggak ngebantuin, jadi pusing. Panik. Dan Boom. Aku mencuri penta kill nya.
Dari anime Baby Steps, si Maruo itu, ada cara untuk menghilangkan stess nya, dan regret dan stress itu hampir sama. Dia jadi bikin mental image hal hal yang bikin dia stress, lalu sama dia di hilangkan image itu sedikit sedikit dan dia bisa jadi tenang. Aku mencoba pikiran hal hal yang aku regret dan menghilankan itu sedikit sedikit, tapi aku kekuatan mental nya terlalu lemah, dan jadi enggak bisa.
So, don't do things you will regret. Or else you'll have a crooked back like me.
Jadi, aku itu orang nya yang banyak ngerjain hal hal yang menyesalkan, yang selalu menghantui pikiran aku, bikin kesel karena memikir "Kenapa aku waktu itu kayak gitu?""Kenapa enggak kayak gini aja?"
Aku kalo ber-jalan itu selalu bongkok. Ibu aku suka ngingetin untuk berdiri tegark, tapi aku itu nggak bisa. Soalnya banyak beban berat mental yang nggak bisa aku angkat, makanya punggung jadi bongkok. Palingan ini cuman mental effect dan asli nya aku memang males berdiri tegak aja,tapi ya memang kerasa beban regret aku di punggung aku untuk aku.
Dari hal hal yang menyakiti orang, atau hal hal yang bisa bikin aku lebih keren, atau hal hal yang super bego deh. Banyak aksi yang aku regret.
| Head teacher inggris waktu itu ^ |
Kalo enggak waktu main League of Legends sama teman. Kita itu kalah berat, dan aku main nya nggak enjoy dan kesel dan banyak panic. Tiba tiba semua musuh nya itu lagi rendah darah nya, jadi teman aku nge target semua dan dapet Quadra Kill. Aku mengikuti dia untuk menjadi support, bisi butuh bantuan. Tapi pas temen aku mau nge bunuh musuh terakhir aku panic dan malah aku yang ngebunuh musuh nya. Aku telah mencuri Penta Kill temen aku.
Dia marah, dan dia boleh marah ke aku, soal nya itu memang salah aku. Aku itu waktu itu masih agak baru di game nya, jadi masih belum terbiasa tentang damage atau armor. Aku kira dia butuh bantuan untuk mengurangi darah nya tapi padahal dia bisa sekali hit terus akan mati. Aku juga takut kalo dia nggak ngebunuh nya dia akan nyalahin aku untuk enggak ngebantuin, jadi pusing. Panik. Dan Boom. Aku mencuri penta kill nya.
Dari anime Baby Steps, si Maruo itu, ada cara untuk menghilangkan stess nya, dan regret dan stress itu hampir sama. Dia jadi bikin mental image hal hal yang bikin dia stress, lalu sama dia di hilangkan image itu sedikit sedikit dan dia bisa jadi tenang. Aku mencoba pikiran hal hal yang aku regret dan menghilankan itu sedikit sedikit, tapi aku kekuatan mental nya terlalu lemah, dan jadi enggak bisa.
So, don't do things you will regret. Or else you'll have a crooked back like me.
Jumat, 31 Juli 2015
Communication is key in everything?
Heya!
Sepanjang musim panas aku jadi ter-addicted untuk memainkan League of Legends. Nah, di game ini itu, banyak, banyak assholes. Yup. Tapi, assholes yang paling buruk itu, yang nggak pernah komukasi dengan team nya. Ini paling nyebelin.
Sebelum main itu kan ada champion selection, dan harus milih karakter. Setiap karakter itu kan ada role nya, misalnya jungler, mid laner, ADC, support atau top. Nah, biasanya misalnya 3 orang udah bilang "Hey saya mau jadi mid laner!" "Aku top" "Me Support". Terus udah di lock. Nah, asshole yang nggak komunikasi ini pasti aja milih role yang udah di pilih dan langsung nge lock juga. Gara gara ini kita jadi ada champion yang misalnya main di top, tapi asal nya harusnya di mid. Ini itu jadi disadvantage. Ini terjadi karena ada yang nggak ber-komunikasi!
(Okay image nya terlalu gede untuk blog ini jadi: http://i.ytimg.com/vi/WwEgE7HzKsM/maxresdefault.jpg
marah marah kan?)
Bisa juga misalnya musuh nya pergi dari lane nya dia dan nggak bilang apa apa. Terus jadi lah yang di lane lain ke gank dan mati, karena dia nggak ngasih tau kalo musuh nya kemungkinan pergi ke lane lain.
Ya bukan dari game aja sih komunikasi itu penting nya. Misalnya di sekolah baru, ngga tau siapa siapa. Kalo mau berteman yah kan harus ngomong ke se-seorang biar bisa berteman. Of course, kadang kadang ada orang yang suka nyamperin anak baru dan ngomong ke dia untuk berteman (Itu aku! Soalnya bisi anak baru itu otaku, gua butuh lebih banyak teman yang otaku xD ). Tapi ini itu agak jarang, soalnya orang orang itu kalo udah punya teman itu suka udah settle down, nggak butuh nyari lagi, makanya harus mau ber-komunikasi.
Personally, aku itu orangnya yang nggak tau gimana cara bercakap dengan orang kecuali teman sekelompok aku. Soalnya di geng aku itu orang nya semua retarded kaya aku, terus bisa ngomong seperti apa aja dan mereka tau kalo kita itu nggak bego dan cuman bercanda bercanda dan nge bant.
Wkwkwkwk, apa lagi sama perempuan, nggak bisa gua. Kalo sama mereka cuman bisa ngomonin tentang kerjaan sekolah dan itu saja. Kalau topic lain gua langsung panic dan nggak tau gimana bercakap.
Tapi aku kepingin belajar untuk biar bisa ber-komunikasi dengan semua orang. Soalnya ini penting untuk aku nanti pas kuliah. Masa nanti nggak ada teman?
Sepanjang musim panas aku jadi ter-addicted untuk memainkan League of Legends. Nah, di game ini itu, banyak, banyak assholes. Yup. Tapi, assholes yang paling buruk itu, yang nggak pernah komukasi dengan team nya. Ini paling nyebelin.
Sebelum main itu kan ada champion selection, dan harus milih karakter. Setiap karakter itu kan ada role nya, misalnya jungler, mid laner, ADC, support atau top. Nah, biasanya misalnya 3 orang udah bilang "Hey saya mau jadi mid laner!" "Aku top" "Me Support". Terus udah di lock. Nah, asshole yang nggak komunikasi ini pasti aja milih role yang udah di pilih dan langsung nge lock juga. Gara gara ini kita jadi ada champion yang misalnya main di top, tapi asal nya harusnya di mid. Ini itu jadi disadvantage. Ini terjadi karena ada yang nggak ber-komunikasi!
(Okay image nya terlalu gede untuk blog ini jadi: http://i.ytimg.com/vi/WwEgE7HzKsM/maxresdefault.jpg
marah marah kan?)
Bisa juga misalnya musuh nya pergi dari lane nya dia dan nggak bilang apa apa. Terus jadi lah yang di lane lain ke gank dan mati, karena dia nggak ngasih tau kalo musuh nya kemungkinan pergi ke lane lain.
Ya bukan dari game aja sih komunikasi itu penting nya. Misalnya di sekolah baru, ngga tau siapa siapa. Kalo mau berteman yah kan harus ngomong ke se-seorang biar bisa berteman. Of course, kadang kadang ada orang yang suka nyamperin anak baru dan ngomong ke dia untuk berteman (Itu aku! Soalnya bisi anak baru itu otaku, gua butuh lebih banyak teman yang otaku xD ). Tapi ini itu agak jarang, soalnya orang orang itu kalo udah punya teman itu suka udah settle down, nggak butuh nyari lagi, makanya harus mau ber-komunikasi.
![]() |
| Pretty much my gang ^ |
Wkwkwkwk, apa lagi sama perempuan, nggak bisa gua. Kalo sama mereka cuman bisa ngomonin tentang kerjaan sekolah dan itu saja. Kalau topic lain gua langsung panic dan nggak tau gimana bercakap.
Tapi aku kepingin belajar untuk biar bisa ber-komunikasi dengan semua orang. Soalnya ini penting untuk aku nanti pas kuliah. Masa nanti nggak ada teman?
| *Me talking to girls |
Jumat, 24 Juli 2015
Don't overthink things?
Heya!
Jadi aku itu orangnya suka nge-overthinking segala hal.
Sebagai jadi pessimist, aku selalu mikirin yang worst-case scenario di segala
hal apapun. Worst case scenario nya itu pasti yang extreme banget yang
nyebelin. Aku nggak suka, nge-overthinking segala hal, tapi ya sudah natural
aku begini. Nggak enak mikirin yang extreme, jadi ketakutan.
Aku waktu itu pergi ke mall sama saudara-saudara aku, dua
perempuan dan satu laki. Nah, kita itu janjian ketemuan di depan Chatime jam 19:15.
Aku sama yang laki itu pas dating jam 19:15 tapi saudara yang lain nya nggak
dateng dateng. Aku memulai automatik nge-overthinking dan aku kira mereka telah
di culik atau tiba tiba cedera. Nggak tau apa harus nyobain mencari atau diem
di tempat. Dateng-dateng mereka jam 19:30, 15 menit telat. Hah, namanya juga
bocah ABG.
Pokoknya setiap aku nge overthink itu pasti aja ber-relasi
dengan sesuatu seperti kemalingan, cedera, di culik, pembunuhan, accident, apa
lah hal hal extreme seperti itu. Nggak enak banget. Gimana coba cara biar panik
kayak gini ilang.
Sering aku kalo situasi seperti ini itu tau kalo nggak usah
panik. Sering nge distract diri sendiri dengan mainin HP atau beli makanan.
Atau enggak mikirin: “Bocah umur 13an itu masih belum tau tentang waktu dan jam
makanya mereka akan telat banget”.
Don’t overthink things jadinya. Beneran deh perasaan jadi
nggak enak.
On a side note, minggu depan aku akan balik ke Oman lagi
jadi postingan akan tepat waktu jam 9 malem waktu oman hari jumaat (jam 00:00
di waktu Indonesia hari sabtu), dan postingan juga akan lebih ber-qualitas
semoga J
Jumat, 17 Juli 2015
Keeping a diary is really good?
Heya!
Aku lagi di indonesia jadi waktu posting nggak akan tepat. (biasanya juga nggak tepat...) Lanjut!
Jadi untuk orang seperti aku yang memori nya jelek, aku itu memulai menyimpan diary biar nggak akan lupa tentang apa yang terjadi di masa belakang.
Aku itu sebel sekali setiap hari kadang kadang suka mikir, kemarin aku ngapain ya tadi? Makanya aku menyimpen diary. Sama, kadang kadang ada momen yang lucu atau momen yang mau di inget banget makanya di record di diary, soalnya pasti aku akan lupa.
Aku lebih mendingan nulis diary itu di buku, tapi aku kalo di rumah selalu terlalu males untuk ngisi diary dan mendingan nonton anime atau apalah. Jadi aku nulis diary di HP aku biar bisa di mana aja kali butuh membuang waktu. Terus, dengan pake HP, diary aku itu bisa di back up di komputer biar nggak ulang, tapi sayang nya nggak ada rasa diary authentik seperti yang di buku asli.
Terus, di masa depan kalo misalnya aku jadi terkenal atau apa lah, dan ada yang nanyakan mada kecil aku ya liat aja tu diary. Sama palingan aku akan enjoy ngetawain diri sendiri yang dulu karena aku bodoh banget.
Maaf post nya rasanya kayak agak di rush soalnya di indonesia internet nggak selalu ada dan selalu pergian jadi nggak ada waktu. Minggu depan juga bakal kayak gini.
Inti nya, simpan lah diary untuk senang senang.
Aku lagi di indonesia jadi waktu posting nggak akan tepat. (biasanya juga nggak tepat...) Lanjut!
Jadi untuk orang seperti aku yang memori nya jelek, aku itu memulai menyimpan diary biar nggak akan lupa tentang apa yang terjadi di masa belakang.
Aku itu sebel sekali setiap hari kadang kadang suka mikir, kemarin aku ngapain ya tadi? Makanya aku menyimpen diary. Sama, kadang kadang ada momen yang lucu atau momen yang mau di inget banget makanya di record di diary, soalnya pasti aku akan lupa.
Aku lebih mendingan nulis diary itu di buku, tapi aku kalo di rumah selalu terlalu males untuk ngisi diary dan mendingan nonton anime atau apalah. Jadi aku nulis diary di HP aku biar bisa di mana aja kali butuh membuang waktu. Terus, dengan pake HP, diary aku itu bisa di back up di komputer biar nggak ulang, tapi sayang nya nggak ada rasa diary authentik seperti yang di buku asli.
Terus, di masa depan kalo misalnya aku jadi terkenal atau apa lah, dan ada yang nanyakan mada kecil aku ya liat aja tu diary. Sama palingan aku akan enjoy ngetawain diri sendiri yang dulu karena aku bodoh banget.
Maaf post nya rasanya kayak agak di rush soalnya di indonesia internet nggak selalu ada dan selalu pergian jadi nggak ada waktu. Minggu depan juga bakal kayak gini.
Inti nya, simpan lah diary untuk senang senang.
Jumat, 10 Juli 2015
Noodle oil runs in my veins?
Heya!
Sebegai orang Indonesia aku itu cinta Indomie. Indomie itu, rasanya, terlalu enak, seperti makanan yang turun dari surga. (Ah lebay gua). Pokoknya Indomie itu enak banget.
Post ini palingan akan penuh tentang hubungan aku ke Indomie. (Kayaknya akan agak aneh post ini...)
Memasak Indomie itu gampang sekali. Tinggal di rebus, masukin bumbu dan selsai. Kalo yang goreng tinggal di saring terus baru kasih bumbu. Tapi... Aku ada cara lain untuk memakan Indomie yang pasti itu nggak sehat tapi enak enak aja untuk aku.
Mentah! Indomie mentah itu enak. Laper tapi males masak? Makan aja lah Indomie mentah! Tapi awas lo sakit perut. Jangan kebanyakan. Di keremes keremes mie nya di dalem bungkus nya dan di kasih bumbu terus lalu makan. Ini super nggak sehat. Aku nyobain makan 2 bungkus jadi sakit perut. Inti nya satu bungkus aja ya gan.
Masak pop mie pake air biasa! Ini asal nya aku nggak sengaja, mau bikin Pop Mie tapi ternyata dispenser air panas nya di matiin jadi yang keluar nya air biasa. Ini enaknya karena satu, mie nya nggak cepet kemasak jadi masih agak kriuk kriuk. Dan dua, air nya nggak panas jadi langsung bisa di minum sekaligus dan merasakan bumbu yang enaknya. Palingan ini juga nggak sehat tapi oh well.
Tapi memang yang paling enak itu Indomie goreng yang 3/4 mateng biasa. Kadang kadang itu orang suka nambahin telor, atau bawang goreng, atau ayam ke Indomie nya. Tapi menurut aku itu malah ngilangin rasa Indomie original nya. Paling enak itu nggak di tambahin barang barang extra ke Mie nya.
Apa lagi orang Indonesia yang nambahin nasi. Like, really? Aneh banget makan Mie pake nasi.
Bingung tentang title post ini? Teori aku itu, saking udah banyak makan Mie dalam 16 tahun hidup aku ini, di vena itu bukan darah yang mengalir, tapi malah minyak Indomie. Beneran loh, kadang kalo aku sakit terus makan Indomie rasanya jadi lebih sehat!
Cara makan paling enak itu pake tangan. Soalnya jadi kerasa mie nya di tangan dan bikin lebih enak. Entah kenapa tapi kalo makan itu aku lebih suka merasakan makanan nya pake tangan. Terus setelah selsai makan piring nya di jilat biar bumbu nya semua ketelen. Sedap. (Oh btw ini nggak etis ya jadi gini doang kalo sendirian. Tenang aku cuman gini kalo sendirian.)
Masih ada lebih banyak cerita tentak Indomie And Me, tapi itu saja lah. Kalo kebanyakan nanti otak lo jadi kebenyakan mikirin Indomie.
Sebegai orang Indonesia aku itu cinta Indomie. Indomie itu, rasanya, terlalu enak, seperti makanan yang turun dari surga. (Ah lebay gua). Pokoknya Indomie itu enak banget.
Post ini palingan akan penuh tentang hubungan aku ke Indomie. (Kayaknya akan agak aneh post ini...)
Memasak Indomie itu gampang sekali. Tinggal di rebus, masukin bumbu dan selsai. Kalo yang goreng tinggal di saring terus baru kasih bumbu. Tapi... Aku ada cara lain untuk memakan Indomie yang pasti itu nggak sehat tapi enak enak aja untuk aku.
Mentah! Indomie mentah itu enak. Laper tapi males masak? Makan aja lah Indomie mentah! Tapi awas lo sakit perut. Jangan kebanyakan. Di keremes keremes mie nya di dalem bungkus nya dan di kasih bumbu terus lalu makan. Ini super nggak sehat. Aku nyobain makan 2 bungkus jadi sakit perut. Inti nya satu bungkus aja ya gan.
Masak pop mie pake air biasa! Ini asal nya aku nggak sengaja, mau bikin Pop Mie tapi ternyata dispenser air panas nya di matiin jadi yang keluar nya air biasa. Ini enaknya karena satu, mie nya nggak cepet kemasak jadi masih agak kriuk kriuk. Dan dua, air nya nggak panas jadi langsung bisa di minum sekaligus dan merasakan bumbu yang enaknya. Palingan ini juga nggak sehat tapi oh well.
Tapi memang yang paling enak itu Indomie goreng yang 3/4 mateng biasa. Kadang kadang itu orang suka nambahin telor, atau bawang goreng, atau ayam ke Indomie nya. Tapi menurut aku itu malah ngilangin rasa Indomie original nya. Paling enak itu nggak di tambahin barang barang extra ke Mie nya.
Apa lagi orang Indonesia yang nambahin nasi. Like, really? Aneh banget makan Mie pake nasi.
Bingung tentang title post ini? Teori aku itu, saking udah banyak makan Mie dalam 16 tahun hidup aku ini, di vena itu bukan darah yang mengalir, tapi malah minyak Indomie. Beneran loh, kadang kalo aku sakit terus makan Indomie rasanya jadi lebih sehat!
Cara makan paling enak itu pake tangan. Soalnya jadi kerasa mie nya di tangan dan bikin lebih enak. Entah kenapa tapi kalo makan itu aku lebih suka merasakan makanan nya pake tangan. Terus setelah selsai makan piring nya di jilat biar bumbu nya semua ketelen. Sedap. (Oh btw ini nggak etis ya jadi gini doang kalo sendirian. Tenang aku cuman gini kalo sendirian.)
Masih ada lebih banyak cerita tentak Indomie And Me, tapi itu saja lah. Kalo kebanyakan nanti otak lo jadi kebenyakan mikirin Indomie.
Langganan:
Komentar (Atom)








