Heya!
Sejak dari kecil aku itu orangnya susah mengendalikan hal yang bernama "pertemanan". Sekarang sih nggak terlalu, tapi rasanya masih ada. Tunggu...
Aku salah... Aku masih seperti itu.
Sejak nonton anime aku itu belajar pada pertemanan itu sangat penting dan menyenangkan. Setiap pertemanan di anime pasti hubungannya ketat dan saling mengerti diri sendiri dan selalu ada di situ untuk membantu kalo misalnya ada masalah.
Mungkin itu alasannya. Aku kepingin pertemanan aku juga seperti yang di anime, yang ketat banget ikatan kita. Tapi sayangnya, di dunia asli ini nggak bisa gampang seperti itu.
Sebagai orang yang hardcore otaku di grup pertemanan aku, hanya aku yang palingan merasa seperti ini. Aku tau ini karena, cuman aku yang memperhatikan semua 11 teman kita. Misalnya kalo ada yang lagi bersifat aneh, cuman aku yang mengkhawatirkan dia dan yang lain akan tetap bercanda bercandaan seperti nggak peduli. Tapi di akhir akhir nya aku nggak akan bisa membantu dia yang sifat nya lagi aneh, karena aku terlalu takut hubungan akan jadi parah, dan di Negara ini kita hidup nya semua jauh rumahnya, jadi aku nggak bisa keluar rumah dan jalan ke rumah dia untuk membantunya seperti di anime.
Terus yang paling bikin hal ini nggak bisa itu karena aku sendiri. Aku tau kalo aku orangnya yang gila, aneh, annoying, dan karena factor aku ini kadang orang suka menjauhi aku. Di grup aku ini memang semua orangnya hamper kaya gitu juga, dan aku mempercayai mereka. Tapi aku itu nggak pernah bisa punya pendapat yang aku yakin (Aku akan jelasakan di post lain).
Misalnya kalo aku ajak mereka main kemana habis sekolah, dan ada yang bilang "Nggak bisa, harus bantuin ibu masak", yoweslah rapopo dia nggak bisa ikut. Walaupun aku mempercayai orang itu tentang dia nggak bisa ikut, somewhere di hati aku, aku merasa kalo aku nggak percaya dan mikir dia nggak mau ikut main karena dia mau menjauhi aku. Dan ini itu bikin aku kesel di kepala karena aku nggak tau yang mana yang benar. Aku kepingin percaya dia, tapi di waktu yang sama aku enggak percaya.
Aku selalu ada perasaan ini, tapi ini semua keluar karena aku lagi nonton Kokoro Connect dan...
Oh my god Inaba, aku mengerti banget tentang nggak bisa mempercayai orang lain. Sama pertemanan di anime itu kuat, saling pada membantu untuk menguasai ketakutan dari masa lalu dan kebahagian yang jadi ada kerana itu.
Just trying not to keep things to myself, and sharing them indirectly with other people
Jumat, 21 Agustus 2015
Jumat, 14 Agustus 2015
The feel of being in a team is priceless?
Heya!
Sebagai penonton anime, aku itu menonton semua genre (kecuali horror, terlalu serem... aku lemah hati orang nya oke). Salah satu genre favorit aku itu Sports. Aku nggak tau kalo ini itu karena aku sering nonton sports anime, atau aku suka nonton sports anime makanya suka ini, tapi aku itu kepingin bangit menjadi di sebuah tim.
Tim olah raga, basket, bisbol, badminton apa lah. Aku itu kepingin banget. Aku sebenarnya nggak terlalu bisa main sports (kecuali badminton) karena physique aku dan stamina rendah aku, tapi aku tetap kepingin ikutan sebuah tim.
Ini karena aku kepingin merasakan bekerja keras nya sama orang lain di tim dan mencapai tujuan yang sama, seperti memenangkan kompetisi. Tapi aku juga kepingin menjalani semua proses menjadi di tim seperti meng-analisir musuh yang akan di lawan di pertandingan berikutnya, atau nggak merancang sebuah taktik untuk pertandingan berikut. Ber-latihan banting tulang setiap hari sama mereka, dan setelah latihan pergi makan kemana barengan. Aku itu kepingin semua itu. Aku ingin merasakan semua itu.
Aku ikutan tim basket di sekolah tapi aku terlalu jelek jadi nggak masuk tim nya. Tapi di Oman itu nggak terlalu banya kompetisi karena sekolah international nya itu nggak banyak. Jadi kalo pertandingan antara sekolah ya cuman ada 4-5 sekolah yang ikutan jadi cuman kayak kompetisi for fun.
No! Kompetisi itu haru kompetitive. Itu yang aku mencari. Kayak di sports anime misalnya InterHigh atau Winter Cup atau Koushien. Semua itu asli, kompetisi asli di jepang untuk anak sekolahan. Aku itu kepingin ikutan kayak gitu, tapi nggak bisa.
Sekarang aku juga sering main LoL suka nonton kompetisi LCS dan karena itu aku kepingin juga bikin tim sama teman teman aku dan mencoba ikut kompetisi itu. Tapi sekarang belom bisa, kita masih nggak terlalu bagus, dan sebenarnya cuman aku yang merasa seperti ini. Meraka cuman mau bersenang senang dengan LoL.
Untuk kalian yang ada di sebuah tim, cherish those times with your team.
Sebagai penonton anime, aku itu menonton semua genre (kecuali horror, terlalu serem... aku lemah hati orang nya oke). Salah satu genre favorit aku itu Sports. Aku nggak tau kalo ini itu karena aku sering nonton sports anime, atau aku suka nonton sports anime makanya suka ini, tapi aku itu kepingin bangit menjadi di sebuah tim.
Tim olah raga, basket, bisbol, badminton apa lah. Aku itu kepingin banget. Aku sebenarnya nggak terlalu bisa main sports (kecuali badminton) karena physique aku dan stamina rendah aku, tapi aku tetap kepingin ikutan sebuah tim.
Dan apa lagi, kalo menang kompetisi. Rasanya itu pasti menyenangkan banget,
Aku ikutan tim basket di sekolah tapi aku terlalu jelek jadi nggak masuk tim nya. Tapi di Oman itu nggak terlalu banya kompetisi karena sekolah international nya itu nggak banyak. Jadi kalo pertandingan antara sekolah ya cuman ada 4-5 sekolah yang ikutan jadi cuman kayak kompetisi for fun.
No! Kompetisi itu haru kompetitive. Itu yang aku mencari. Kayak di sports anime misalnya InterHigh atau Winter Cup atau Koushien. Semua itu asli, kompetisi asli di jepang untuk anak sekolahan. Aku itu kepingin ikutan kayak gitu, tapi nggak bisa.
Sekarang aku juga sering main LoL suka nonton kompetisi LCS dan karena itu aku kepingin juga bikin tim sama teman teman aku dan mencoba ikut kompetisi itu. Tapi sekarang belom bisa, kita masih nggak terlalu bagus, dan sebenarnya cuman aku yang merasa seperti ini. Meraka cuman mau bersenang senang dengan LoL.
Untuk kalian yang ada di sebuah tim, cherish those times with your team.
Jumat, 07 Agustus 2015
Regret never goes away?
Heya!
Jadi, aku itu orang nya yang banyak ngerjain hal hal yang menyesalkan, yang selalu menghantui pikiran aku, bikin kesel karena memikir "Kenapa aku waktu itu kayak gitu?""Kenapa enggak kayak gini aja?"
Aku kalo ber-jalan itu selalu bongkok. Ibu aku suka ngingetin untuk berdiri tegark, tapi aku itu nggak bisa. Soalnya banyak beban berat mental yang nggak bisa aku angkat, makanya punggung jadi bongkok. Palingan ini cuman mental effect dan asli nya aku memang males berdiri tegak aja,tapi ya memang kerasa beban regret aku di punggung aku untuk aku.
Dari hal hal yang menyakiti orang, atau hal hal yang bisa bikin aku lebih keren, atau hal hal yang super bego deh. Banyak aksi yang aku regret.
Seperti waktu di kelas inggris. Aku itu benci kelas ini, meng-analisir buku dan poem atau apa lah. Aku jadi malah ngegambar sebuah orang lagi main badminton atau apa lah. Nah, di sekolah aku itu ada Head teacher pelajaran nya dan guru yang biasa. Jadi, waktu itu head teacher yang inggris nya itu dateng ke kelas aku. Karena aku bodoh, aku ngeliatin gambar nya ke dia, dan dia nggak jadi senang, dan guru aku jadi kena masalah. Kenapa? Ya soalnya masa di kelas inggris murid nya di bolehin gambar?! Beneran nggak tau apa yang aku pikirkan waktu itu... Untungnya guru aku nggak di pecat atau apa lah, tapi tetap masih aku regret aksi ini.
Kalo enggak waktu main League of Legends sama teman. Kita itu kalah berat, dan aku main nya nggak enjoy dan kesel dan banyak panic. Tiba tiba semua musuh nya itu lagi rendah darah nya, jadi teman aku nge target semua dan dapet Quadra Kill. Aku mengikuti dia untuk menjadi support, bisi butuh bantuan. Tapi pas temen aku mau nge bunuh musuh terakhir aku panic dan malah aku yang ngebunuh musuh nya. Aku telah mencuri Penta Kill temen aku.
Dia marah, dan dia boleh marah ke aku, soal nya itu memang salah aku. Aku itu waktu itu masih agak baru di game nya, jadi masih belum terbiasa tentang damage atau armor. Aku kira dia butuh bantuan untuk mengurangi darah nya tapi padahal dia bisa sekali hit terus akan mati. Aku juga takut kalo dia nggak ngebunuh nya dia akan nyalahin aku untuk enggak ngebantuin, jadi pusing. Panik. Dan Boom. Aku mencuri penta kill nya.
Dari anime Baby Steps, si Maruo itu, ada cara untuk menghilangkan stess nya, dan regret dan stress itu hampir sama. Dia jadi bikin mental image hal hal yang bikin dia stress, lalu sama dia di hilangkan image itu sedikit sedikit dan dia bisa jadi tenang. Aku mencoba pikiran hal hal yang aku regret dan menghilankan itu sedikit sedikit, tapi aku kekuatan mental nya terlalu lemah, dan jadi enggak bisa.
So, don't do things you will regret. Or else you'll have a crooked back like me.
Jadi, aku itu orang nya yang banyak ngerjain hal hal yang menyesalkan, yang selalu menghantui pikiran aku, bikin kesel karena memikir "Kenapa aku waktu itu kayak gitu?""Kenapa enggak kayak gini aja?"
Aku kalo ber-jalan itu selalu bongkok. Ibu aku suka ngingetin untuk berdiri tegark, tapi aku itu nggak bisa. Soalnya banyak beban berat mental yang nggak bisa aku angkat, makanya punggung jadi bongkok. Palingan ini cuman mental effect dan asli nya aku memang males berdiri tegak aja,tapi ya memang kerasa beban regret aku di punggung aku untuk aku.
Dari hal hal yang menyakiti orang, atau hal hal yang bisa bikin aku lebih keren, atau hal hal yang super bego deh. Banyak aksi yang aku regret.
| Head teacher inggris waktu itu ^ |
Kalo enggak waktu main League of Legends sama teman. Kita itu kalah berat, dan aku main nya nggak enjoy dan kesel dan banyak panic. Tiba tiba semua musuh nya itu lagi rendah darah nya, jadi teman aku nge target semua dan dapet Quadra Kill. Aku mengikuti dia untuk menjadi support, bisi butuh bantuan. Tapi pas temen aku mau nge bunuh musuh terakhir aku panic dan malah aku yang ngebunuh musuh nya. Aku telah mencuri Penta Kill temen aku.
Dia marah, dan dia boleh marah ke aku, soal nya itu memang salah aku. Aku itu waktu itu masih agak baru di game nya, jadi masih belum terbiasa tentang damage atau armor. Aku kira dia butuh bantuan untuk mengurangi darah nya tapi padahal dia bisa sekali hit terus akan mati. Aku juga takut kalo dia nggak ngebunuh nya dia akan nyalahin aku untuk enggak ngebantuin, jadi pusing. Panik. Dan Boom. Aku mencuri penta kill nya.
Dari anime Baby Steps, si Maruo itu, ada cara untuk menghilangkan stess nya, dan regret dan stress itu hampir sama. Dia jadi bikin mental image hal hal yang bikin dia stress, lalu sama dia di hilangkan image itu sedikit sedikit dan dia bisa jadi tenang. Aku mencoba pikiran hal hal yang aku regret dan menghilankan itu sedikit sedikit, tapi aku kekuatan mental nya terlalu lemah, dan jadi enggak bisa.
So, don't do things you will regret. Or else you'll have a crooked back like me.
Langganan:
Komentar (Atom)

